Semarang – Peran humas yang terampil dan berkompeten dibutuhkan pada era keterbukaan informasi saat ini. Penguatan sumber daya Aparatur Kehumasan menjadi salah satu isu penting dalam mendukung visi Kementerian Agama. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah berikan bimbingan teknis pada kegiatan Workshop Jurnalistik Kehumasan yang diikuti oleh sejumlah aparatur kehumasan khususnya PIC Berita Kanwil dan Kemenag Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, dengan menghadirkan 3 (tiga) nara sumber yaitu Kepala Kanwil, Kepala Tata Usaha Kanwil dan redaktur Suara Merdeka di Hotel Grasia, Jl. S. Parman 29 Semarang (1-3/3).
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Suhersi sebagai salah satu nara sumber kegiatan tersebut mengatakan, pada kenyataannya petugas kehumasan memiliki fungsi sebagai penyedia dan penyebar informasi, baik yang update maupun yang sudah diarsipkan, atau dengan kata lain informasi yang lalu, kini dan akan datang. “Aparatur kehumasan di Kanwil dan Kabupaten/Kota dirasa belum terlalu memahami kemampuan jurnalistik dan public speaking. Oleh karenanya bintek ini diharapkan bisa memberikan materi mengenai jurnalistik dan publik speaking kepada peserta. Maka ikutilah bintek ini dengan baik sehingga bisa meningkatkan fungsi kehumasan kita”, papar Suhersi.
Bukan sekedar peningkatan kualitas, lanjutnya, jadi kegiatan ini juga meningkatkan efektifitas dan efisiensi sehingga kegiatan kehumasan bisa optimal dilaksanakan. Saat ini informasi yang terus menerus secara gencar kita sampaikan kepada masyarakat, belum tentu bisa tersampaikan dan diterima dengan baik pada masyarakat. “Inilah perlunya sebuah penguatan, tidak hanya dilakukan sekali namun kita lakukan secara terus menerus. Mari kita bangun fungsi kehumasan dengan baik. Sehingga dapat memberikan infomasi dengan baik kepada publik karena kita kini berada di era keterbukaan informasi”, terang Suhersi.
Publik harus mengetahui segala infomasi mengenai rencana kerja dan capaian kinerja. Hal ini untuk mewujudkan pemerintahan yang tebuka. “Kalau dulu itu zamannya banyak bekerja sedikit bicara, kini harus banyak bekerja banyak bicara, sehingga diperlukan kemampuan kehumasan untuk menyampaikan informasi tersebut dengan baik. Masyarakat sebagai pembayar pajak harus tau apa yang sudah dilakukan, apalagi sebagian besar masyarakat kita tergolong masyarakat digital mereka mencari informasi kapanpun dimanapun mereka butuhkan”, papar Suhersi.
Oleh karenanya, tambah Suhersi, agar informasi dapat tersampaikan dengan baik, petugas humas harus memiliki kemampuan kehumasan yang baik salah satunya kemampuan jurnalistik dan public speaking. Aparatur humas yang baik dalam menjalankan fungsinya akan memberikan kontribusi positif terhadap terwujudnya Kemenag Jateng terdepan di Indonesia.
Selanjutnya, peran humas sangat penting di era keterbukaan informasi publik. Sebagai agen informasi, humas, berperan menyampaikan informasi kebijakan pemerintah atau kebijakan-kebijakan lain kepada masyarakat. “Humas kini begitu dinamis, oleh karenannya kemampuan dan skil kehumasan harus kita asah kembali. Menambah pengetahuan aparatur kehumasan, mensinergikan aparatur kehumasan dari tingkat pusat hingga daerah, harus kita lakukan. Sehingga bisa menciptakan sumber daya aparatur kehumasan yang kuat. Diharapkan kedepan terbangun kehumasan secara efektif sehingga seluruh informasi yang ada di lingkup kementerian agama bisa dikelola dengan baik. “, ungkap Suhersi di akhir paparannya. (Athi’)